Terimakasih untuk rasa kehilangannya, untuk cinta yang disiasiakan,untuk makna yang tak berarti
beralih dari sekerling matamu adalah caraku kuat untuk tak lagi menatapmu
menyimpan segala tentangmu membuatku terus merasakanmu ada di dekatmu
mengingat ceritamu tak pernah lagi membuatku berkhayal, bganti dg merasa perih luka batin yang kamu titipkan
jangan pernah kembali ketika ku mulai belajar dari orang lain, penggantimu
gerikmu tak luput dari laku ku, tapi rasa ku telah pudar sejak masa itu
Dadaku sesak ketika harus menyelesaikan semua masalah sendiri
Meski memilih it mudah tapi mgenali yg tbaik it tak jauh lebih mudah. Smga aku mjadi wanitamu di surgaNya
Pilu akan catatan luka yang masih membekas dan menaruh perih dalam diri
Aku tidak pernah mgngnkanmu sblm nya, aku tidak pernah tau kmu akan mjadi mlikku,bhkan aku tidak pernah mgerti saat kta saling mlepas. Tp smua ni rencana Tuhan
Desing namamu yg trucap dalam cemooh driku masih bgtu kerap tdgar. Andai aku bleh btanya. Jika wkt it kmbli apa yg shrusnya aku lakukan?
Tidak sdktpun aku mgenalmu dg masa lalu mu, seiring wkt aku mperbarui memoriku ttgmu. Mnimbang mjadikanmu plhanku. Ktka kubulatkan tkad mjadi pasgan mu. Apakah it benar?
Btinku terkoyak, ragaku melemas. Nafasku memburu, menyesakkan dada. Gelisah. Khawatir. Ada yang membeku di skitarku. kehangatan yang berlalu dengan angin. Semua terlintas dalam lintasan cepat. Memori yang ada jd blingsatan. Semua ttgmu bgtu cepat meredup. Meredamkan smpurna saat. Mcpai kelemahan yang tdalam. Merasuk imaji hitamku. Malam ini, bulan purnama. Cahaya nya terpendar. Membulat sinar tepinya. Indah. Hari ini, jumat. Hari tbaik ctatan tuhan. Kita btemu lg. Indah. Di hri ini, malam ini. Aku dn kmu btatap muka dbwah pndaran chayanya. Aku khawatir. Aku gelisah. Dan tnyata bnar, skg kita. Kmu dn aku saling melepas.